Wednesday, May 31, 2017

dari Grobogan sampai Amerika dengan sebuah TEMPE, Bagaimana Kalau Kamu mau ???



 Merek Rustos’s Tempeh sangat terkenal di luar negeri, terutama Jepang. Siapa sangka, orang yang kini memopulerkan Tempe di tiga benua di dunia ini berasal dari Grobogan, Jawa Tengah.

Pria asli Indonesia ini menyediakan stok Tempe ke lebih dari 60 tempat di Jepang. Belum termasuk negara-negara lainnya di benua Asia, Eropa, dan Amerika.

Di balik pencapaiannya “menduniakan” Tempe, terselip pesan mendalam dari perjuangannya hingga di titik terendah.
Rustono, begitu sapaannya, ditemui KompasTravel di salah satu hotel di Jakarta. Di balik kesibukannya mengatur perdagangan Tempe lintas negara, Rustono masih menyempatkan pulang untuk mengekspor mesin ciptaan orang Indonesia ke salah satu pabriknya di Meksiko.

Rustono lahir di sebuah desa agraris, Kramat, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah. Dengan keterbatasan tempat lahirnya kala itu tahun 1968, tidak ada listrik teknologi maupun jalan bagus, ia tetap menjalani keseharian dengan bercocok tanam.

Kepulan putih dari pesawat di atas sawah garapan ayahnya berterbangan silih berganti. Membuatnya memimpikan jika suatu saat ingin terbang di dalam pesawat tersebut. Hal itulah yang menurutnya menjadi pembeda dengan bocah seusianya yang terkesan “haram” untuk bermimpi dari balik sawah.

Rustono.(DOK.PRIBADI)

Saat usia remaja, Rustono merantau bersama tantenya di Jakarta. Ia memilih sekolah perhotelan, karena teringat saat study tour zaman Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Ingat ketika SMP, pas studi wisata ke Borobudur, ketemu orang asing, bercengkrama, ternyata dia welcome. Mulai itulah saya mau kerja yang berhubungan dengan orang asing,” ujar Rustono (49) kepada KompasTravel, Sabtu (27/5/2017).

Berani membatasi janjinya 
Lulus dari akademi perhotelan (1990), anak kesembilan dari sepuluh bersaudara ini akhirnya kerja di sebuah hotel ternama di Jakarta. Di sana ia bertemu banyak kenalan turis asing, termasuk wanita yang kini dalam dekapannya.

Istrinya merupakan tamu dari Jepang yang tak sengaja berkenalan di hotel tempat ia bekerja. Saat Rustono mengajaknya ke pelaminan, syarat terberat yang diajukan sang istri ialah pindah ke Negeri Sakura.

Tidak langsung mengabulkan, Rustono pun kroscek menghubungi kerabatnya di sana. Sang teman pun memberi gambaran pekerjaan di sana. Ia memilih untuk menjadi pengusaha di Negeri Sakura, dibanding harus bekerja dengan jam yang sangat padat.

Perjanjian pun akhirnya disepakati. Pada 1997, Rustono pindah ke Jepang dengan syarat ia ingin membuka usaha. Uniknya, ia membatasi janjinya sendiri. Jika dalam waktu enam bulan usahanya belum menghasilkan laba, maka dengan segala risiko, ia akan putuskan untuk bekerja.
“Saat sampai ke sana belum tahu mau usaha apa, makanya sering pinjam sepeda berkeliling lah nyari inspirasi. Suatu saat lihat susu kedelai, nato, tahu, hampir semua olahan kedelai ada, tapi tak adaTempe!” katanya.

Di minggu pertama, Rustono rutin sering menelfon ibunya di desa untuk memintanya mengajari cara membuat Tempe. Namun, selama empat bulan mencoba ratusan kali, tak ada yang berhasil.

Saat itu, untuk menghidupi keluarganya, ia memilih bekerja di pabrik makanan selama tiga tahun. Selain untuk mencari uang, Rustono berniat mempelajari etos kerja orang Jepang di pabrik makanan sehingga bisa ia terapkan nanti di pabrik tempenya.

Sushi tempe, sedikit berbeda dengan sushi pada umumnya, hanya lapisan tempe menghiasi bagian atas sushi. Hidangan ini menjadi olahan tempe yang cukup banyak diminati di Jepang.(DOK. RUSTONO)

Selama empat bulan tersebut, selepas pulang kantor, Rustono terus mencoba membuat Tempe namun hasilnya nihil. Sampai pada musim semi, ia coba menggunakan air gunung dari kuil di sana dan berhasil membuat Tempe. Tapi ia tak tahu aman dikonsumsi atau tidak.

Pulang ke Indonesia pun menjadi jalan keluarnya. Sembari bertemu sang ibu, ia belajar ke lebih dari 60 pengrajin Tempe di Jawa. Pengrajin tersebut berada di Jogja, Semarang, Solo, Grobogan, hingga Bogor.
Sepulangnya ke Jepang, dengan membawa pengetahuan membuatTempe yang baik, ia langsung mengaplikasikannya dan menjualnya hanya untuk orang Indonesia. 

Akhirnya 20 Tempe perama buatannya laku terjual pada orang Indonesia di sana. Walaupun beralasan saling tolong-menolong, akhirnya kurang dari enam bulan ia membuktikan usahanya terjual. Dengan alat seadanya ia pun terus berusaha membuat Tempe untuk dijual kepada temen-temannya. 

Petaka di musim salju
Suatu saat ketika temannya yang membeli semakin berkurang, Rustono mulai menawarkan pada para pemilik resto, hotel, katering, dan sebagainya. Hari pertama ada 10 tempat menolaknya, hari kedua 15 tempat, hari ketiga 20 tempat, dan seterusnya. Tempe yang tak laku pun ia makan sendiri.
“Sampai tempat ke-30 saya mulai stress juga, mau ngomong pake kata-kata apa juga sudah tidak mempan, tidak akan diterima. Masa dari 30 tempat, satu pun gak ada yang mau terima? Akhirnya tanpa basa-basi, saya kasih saja ke orang lalu pergi,” ujarnya sambil memeragakan.

Saat memasuki musim salju, petaka pun bertambah panjang. Tempenya tak bisa diproduksi, karena suhu di luar mencapai minus 10  derajat Celcius. Sedangkan jamur pada Tempe hanya tumbuh pada suhu 31 derajat Celcius. Belum lagi modalnya yang tak kunjung kembali.

Di sana ia mengaku sering termenung di rumah akibat frustasi dengan usahanya. Namun ternyata sang istrilah yang datang menyemangati.
“Istri saya datang dan mengingatkan tentang mimpi-mimpi yang pernah saya ukir di selembar peta Jepang. Saya menandai banyak kota, untuk kemudian hari Tempe bisa tersebar di seluruh Jepang lewat kota itu,” ujarnya.

Penolakan-penolakan yang ia alami tak juga melunturkan semangatnya untuk bertarung di Negeri Samurai itu. Di tengah keterbatasan alat dan biaya, ia memanfaatkan selimut elektrik untuk menciptakan suhu ruangan 31 derajat Celcius agar tetap bisa memproduksi Tempe.
Walau susah payah membuatnya, Tempe masih tak kunjung laku. Penolakan demi penolakan seolah menjadi sahabat sejatinya kala itu.


Menurutnya saat itu (1999) merupakan titik terendahnya, ditambah anak pertama yang lahir. Strategi Rustono kala itu hanyalah menghemat apapun, membuat apapun dengan bujet paling minim.

“Kenapa saya teguh ditolak? Karena saya tahu impian saya jauh lebih besar dari tantangan yang saya hadapi, dan tau kalau mencapai impian itu tidak mudah. Jadi diperbesar saja impiannya sekalian yang konyol,” pekiknya.

Suatu hari di bawah salju, Rustono telah siap dengan gelondongan kayu murah yang dibelinya. Ia ingin memperluas atap pabriknya yang semula hanya empat kali tiga meter.
Selama dua hari ia selalu didatangi seseorang yang mengigatkannya, jika beraktivitas di luar rumah pada saat turun salju lebat, sangatlah berbahaya. Terlebih Rustono menolak imbauan orang tersebut dengan alasan ingin “membangun mimpi”.

Pada hari kedua, ternyata orang tersebut merupakan wartawan dari sebuah media di Jepang. Ia pun meliput aktivitas “aneh” yang dilakukan Rustono demi “membangun mimpi”. Rustono pun lanjut bercerita tentang Tempe pada sang wartawan.
Tidak diduga, setelah berita dan fotonya dimuat, beberapa pemilik restoran yang dulu menolak Rustono mentah-mentah, malah menelponnya untuk menjadi pelanggan Tempe.

“Kaget saya dapet telepon, ‘Anda Rustono? Kamu mungkin tak ingat saya, tapi saya ingat mukamu di koran, kamu yang pernah datang ke restoran saya dan saya tolak. Sekarang mana tempemu, saya mau jadi langgananmu’,” ujarnya memeragakan.
Di sanalah titik balik kehidupan seorang Rustono dengan tempenya yang kian diterima masyarakat Jepang. 

Mimpi di batas langit
“Ada orang bilang langit adalah batas impian, lalu saya punya ide gimana impian saya ada di langit. Saya berfikir gimana tempenya bisa sampai langit,” ujarnya mengisahkan.
Teringat mimpinya semasa kecil yang ingin naik pesawat, ternyata kala itu pesawat Boeing tertinggi terbang diatas 13.000 mdpl. Ia pun langsung berkeinginan tempenya dimakan oleh setiap orang yang melewati ketinggian tersebut.

Tak pikir panjang ia menemui Manajer Garuda Indonesia dan sang penentu masakan dalam kabin, yaitu William Wongso.
“Saya tak meminta, cuman becerita mimpi. ‘Pak Wiliam, saya memimpikan bagaimana jika wisatawan yang mau ke Indonesia, sebelum sampai, mencoba makanan khas Indonesia dulu,” ujarnya.

Pada saat itu juga, Chicken and Rusto’s Tempe Curry menjadi menu penerbangan Garuda Indonesia dari Kyoto, Jepang ke Denpasar, Indonesia.
“Dari perjuangan itu saya belajar membuat makanan dengan cinta, dan menekuni dengan hati. Tak bisa hanya enak, tapi ada cerita di balik produknya yang dibalut perjuangan dan cinta. Itulah yang sangat membantu,” tutupnya.

Saat ini ia telah mengganti peta Jepang dengan peta dunia di rumahnya, di Prefektur Shiga, Jepang. Tempenya pun mulai tersebar di banyak negara di Eropa, Asia, dan Amerika.

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
sumber             kompas.com 

Monday, May 22, 2017

Heboh Pebalap Nicky Hayden Meninggal Dunia


Pebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, mendegarkan pertanyaan wartawan saat konferensi pers jelang GP Austraila di Sirkuit Phillip Island, Kamis (20/10/2016).(SAEED KHAN/AFP PHOTO)

Pebalap asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, meninggal dunia dengan usia 35 tahun pada Senin (22/5/2017) atau lima hari setelah dirinya terlibat kecelakaan berat.
Rumah Sakit Maurizio Bufalini, tempat di mana Hayden dirawat, mengonfirmasi kepergian pria berjulukan The Kentucky Kid tersebut.
Sebelumnya atau pekan lalu, rumah sakit yang terletak di Cesena, Italia, itu juga sempat mewartakan kerusakan otak dan luka traumatis yang dialami Hayden.
Hal itu dipicu oleh kecelakaan yang melibatkan Hayden di sebelah selatan daerah Rimini, Italia. Sang juara dunia MotoGP 2006 ditabrak mobil saat berlatih sepeda di Riccione-Tavoleto, sebelah selatan daerah Rimini, Italia, Rabu (17/5/2017) sore waktu setempat.


Setelah kecelakaan, Hayden langsung mendapatkan perawatan di lokasi. Dia lalu dibawa ke rumah sakit terdekat yang ada di Rimini.
Beberapa jam kemudian dia dipindahkan ke rumah sakit di Cesena untuk menjalani perawatan dan kemungkinan operasi. Dia dikabarkan mengalami luka serius di bagian dada dan kepala.
Hayden kini membalap di ajang World Superbike (WSBK) bersama Red Bull Honda World Superbike Team. Dia berada di Italia setelah menjalani seri balapan WSBK di Autodromo Enzo e Dino Ferrari, 13-14 Mei lalu.
Pada balapan pertama di sirkuit tersebut, Hayden gagal finis. Adapun saat balapan kedua, dia finis di urutan ke-12.
Saat ini, Hayden sedang menduduki posisi ke-13 dengan torehan 40 poin pada klasemen sementara pebalap WSBK 2017.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik ini 
sumber :kompas.com

Sunday, May 21, 2017

Akhirnya Real Madrid Juara La Liga Tahun 2017, Ini dia Rekor Real Madrid #Hala Madrid

Real Madrid
Pesta juara Madrid di Malaga. (Foto: Reuters/Jon Nazca)

Akhirnya, persaingan antara Real Madrid dan Barcelona untuk mendapatkan gelar La Liga musim 2016/17 berakhir juga. Setelah bersaing selama 38 pekan, El Real berhasil menutup musim ini dengan status juara setelah mengalahkan Malaga dengan skor 2-0, Senin (22/5) dini hari WIB di La Rosaleda.
Dua gol dari Cristiano Ronaldo pada menit kedua dan Karim Benzema 55’ menjadi akhir dari perjuangan anak asuh Zinedine Zidane di La Liga musim ini. Meski demikian, bukan hanya skor yang jadi penutup laga ini, tetapi juga beragam rekor. Rekor apa saja? Berikut daftarnya:

Akhirnya, Bencana Itu Berhenti Sudah
Sejak kegagalan merenggut trofi La Liga 2012/13, Real Madrid selalu kesulitan untuk kembali mendapatkan gelar bergengsi di level nasional. Tidak hanya persaingan dengan Barcelona yang semakin ketat, rival sekota mereka, Atletico, juga ikut-ikutan bangkit. Beruntungnya, mimpi buruk tersebut berhenti di musim ini setelah mereka mengalahkan Barcelona dalam persaingan super sengit. Selamat, Madrid!


Catatan Apik Zinedine Zidane
Masa jabatan Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala Real Madrid memang baru seumur jagung. Namun, melihat apa yang sudah dia lakukan sekarang, Zidane pantas masuk sebagai deretan pelatih terbaik Madrid. Mau bukti? Lihat jumlah trofinya.


Dominasi Real Madrid di La Liga
Menjuarai La Liga musim ini adalah pencapaian istimewa untuk Real Madrid. Tidak hanya membuat mereka memutus seretnya prestasi di level domestik, Madrid juga berhasil menjadi kesebelasan dengan gelar juara terbanyak dibandingkan kesebelasan lain dari kompetisi lima besar di Eropa.


Rekor Selalu Mencetak Gol Real Madrid
Zidane boleh jadi adalah pelatih Real Madrid yang paling tak disangka. Apa yang diraih Madrid di bawah masa kepemimpinannya adalah buktinya, salah satunya adalah apa yang mereka raih musim ini. Tidak hanya lolos ke final Liga Champions, Madrid juga berhasil juara La Liga. Apiknya lagi, ini merupakan musim perdana Madrid selalu mencetak gol di La Liga, sepanjang sejarah berdirinya kesebelasan ini

Tandang Tak Lagi Menakutkan
Siapa yang berkata bahwa partai tandang adalah pertandingan yang menakutkan tampaknya harus belajar dari Real Madrid. Melakoni 19 pertandingan tandang, Madrid berhasil meraih 15 kali kemenangan, dua kekalahan, dan dua imbang. Istimewanya, mereka berhasil mencetak 58 gol saat melakoni pertandingan tandang dan berhasil menjadi rekor terbaiknya.
sumber kumparan.com


Cerita Afi Nihaya Yang Viral Pidato di Depan Profesor dan Mahasiswa se-Jatim

Afi Nihaya Faradisa

Afi Nihaya Faradisa belakangan jadi perbincangan netizen usai akunnya ditangguhkan Facebook. Siswa SMA Negeri 1 Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini kerap membuat tulisan kritis di Facebook yang lantas menjadi viral.
Melalui akun Facebook-nya yang diunggah pada Minggu, 21 Mei, perempuan 18 tahun bernama asli Asa Firda Inayah itu bercerita mendapat undangan berbicara di depan profesor dan mahasiswa se-Jawa Timur.

Afi mengaku mendapat undangan dari Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang untuk berbicara di depan para profesor dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa Timur.
"Sejujurnya saya tidak tahu apa yang akan saya katakan di sana. Ya sudah, saya sampaikan saja semua aspirasi saya menyangkut kebhinekaan Indonesia, sesuai tema acaranya," tulis Afi memulai cerita soal pidatonya, melalui akun Facebook Afi Nihaya Faradisa.
Pada kesempatan itu, Afi mengaku hanya remaja sederhana yang masih berstatus pelajar dan jauh dari kemampuan yang dimiliki para tamu yang hadir pada acara tersebut. Namun, dengan kondisi yang ada dia berusaha memberikan kontribusi buat bangsa.


"Di tengah segala keterbatasan, saya hanya berusaha melakukan hal yang saya mampu untuk memberi kontribusi bagi negara ini. Tapi, dengan kemampuan Anda dan segala yang Anda miliki sejauh ini, saya yakin Anda semua pasti bisa melakukan hal yang jauh lebih hebat daripada apa yang telah saya lakukan," kata dia.
Ada satu hal yang membuat hadirin memberikan tepuk tangan dan berdiri sebagai apresiasi kepada Afi, yakni saat dia mengutip pernyataan aktivis perempuan asal Pakistan, Malala Yousafzai, bahwa pentingnya pendidikan bagi manusia.
"Beberapa hadirin bertepuk tangan sambil berdiri ketika pidato saya yang benar-benar tanpa persiapan tersebut sudah selesai," ungkap dia.


Ada satu hal yang membuat Afi sangat terkesan pada kesempatan itu. Seorang dosen perempuan menghampirinya dengan mata berkaca-kaca karena terharu. Dosen itu memberikan apresiasi atas keberaniannya menyuarakan pemikirannya melalui tulisan di media sosial.

"Seorang ibu dosen tiba-tiba menghampiri dan memegang pipi saya, kemudian beliau berkata dengan mata yang berkaca-kaca, 'Nak, kau tahu tidak, begitu banyak orang yang punya pendapat dan suara tapi lebih memilih untuk tidak mengungkapkannya. Saya adalah salah satu orang di antara mereka. Dan kamu berani, Nak. Saya tidak tahu apa yang harus saya ungkapkan padamu. Saya terharu'," beber Afi Nihaya menirukan ucapan sang dosen.

sumber http://news.liputan6.com

Jokowi 'Gregetan', Negara Lain Bicara Ruang Angkasa, Kita Berkutat Demo, Fitnah, Hujat


Presiden Joko Widodo saat berpidato di acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo 'gregetan' terhadap hal-hal yang tidak produktif.
Ia menyerukan peningkatan disiplin dan etos kerja, baik di birokrasi pemerintahan atau masyarakat.
Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/017) siang, Jokowi mengatakan, dunia berubah sedemikian cepatnya akibat teknologi.
"Baru kita belajar internet, sudah ganti ke mobile internet. Mobileinternet kita baru 'apa sih ini?' ganti lagi artificial intelegence," ujar Jokowi.
"Kita belum rampung belajar satu, sudah berubah ke yang lain. Inilah yang sering saya katakan, perubahan sangat cepat sekali karena teknologi," lanjut dia.

Jokowi kemudian mencontohkan lagi tokoh Elon Musk yang sudah mengembangkan mobil masa depan, teknologi hyperloop serta pemanfaatan ruang angkasa bagi manusia.
"Bagaimana dia sudah mengelola ruang angkasa agar berguna bagi manusia. Kita masih berkutat pada hal-hal yang tidak produktif. Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat menghujat yang tidak produktif," ujar Jokowi.
"Kita selalu mengembangkan negative thinking kita kepada yang lain, selalu su'udzon kepada yang lain. Fitnah, kabar bohong. Apakah ini mau diterus-teruskan?" lanjut dia.\

Presiden juga menyinggung mengenai kinerja kementeriannya yang mengurus nelayan dan petani.
"Nelayan, misalnya, bagaimana kita membawa mereka ke off shore. Aqua culture, misalnya. Petani juga kita bawa ke modern. Kita hanya terus menerus, masalah irigasi masih enggak rampung-rampung. Masalah benih enggak rampung-rampung. Nelayan masalah cantrang enggak rampung-rampung. Kita mau ke mana?" ujar Jokowi.
Jokowi menyerukan kebangkitan disiplin nasional serta etos kerja, baik di birokrasi pemerintah atau masyarakat.
"Inilah yang harus kita bangkitkan. Disiplin nasional. Etos kerja. Harus kita ubah. Mindset kita juga harus kita ubah. Enggak bisa kita seperti yang kemarin-kemarin. Saya sudah gregeten betul dengan masalah-masalah yang tidak produktif itu," ujar Jokowi.

simber http://nasional.kompas.com

Tuesday, May 16, 2017

Semasa Sekolah Tak Diundang Pesta Karena Jelek, Berbalik, Semua Melongo Liat Wajahnya Saat Menikah

Semasa Sekolah Tak Diundang Pesta Karena Jelek, Berbalik, Semua Melongo Liat Wajahnya Saat Menikah

TRIBUNJATIM.COM - Penampilan sebaiknya bukanlah cara kita memandang orang pertama kali.
Kesan pertama saat bertemu dengan orang lain memang penting.
Tapi alangkah baiknya jika kita berusaha mengetahui sifatnya lebih dulu.
'Dont judge the book by its cover' tampaknya sangat cocok mewakili kisah hidup wanita satu ini.
Seorang wanita yang berasal dari Vietnam memiliki nama panggilan Kuok bercerita tentang kisah hidupnya.
Inspiratif dan sangat menakjubkan, pelajaran hidup yang dapat diambil sungguh bagus.
Kuok kini sudah berusia 22 tahun dan siap menjelang pernikahannya dengan kekasih.
Kehidupannya dahulu tak seperti kehidupannya sekarang.
Sejak kecil Kuok tak pernah membayangkan akan menjadi apa wajahnya saat ia dewasa nanti.
Ia bahkan tak mempedulikan juga julukan teman-temannya kepada dirinya.
Sejak kecil Kuok memang lahir dengan tubuh sehat dan wajah normal.
Namun, penampilan wajahnya memang tidak secantik wanita kebanyakan.
Kuok punya kekurangan di bagian susunan bibir dan giginya.
Hal itu jadi menampilkan wajahnya yang terlihat jelek.
Dengan penampakan bibirnya yang tebal dan gigi tonggosnya yang bikin posisi rahang mulutnya maju, wajah Kuok dianggap teman-temannya tak cantik.
Kisah semasa sekolah yang dialami oleh Kuok juga cukup pilu.
Karena punya wajah dan tubuh yang tak cantik seperti kebanyakan wanita, dirinya jarang diundang ke pesta.
Ia tak pernah terima undangan untuk ikut berpesta bersama teman-teman sekolahnya.
Bahkan, ia sering diolok untuk memakai kawat gigi saja ketimbang memamerkan wajahnya yang buruk.
Bagi teman-teman Kuok penampilan Kuok semasa sekolah sangatlah cupu dan tidak bergairah.
Mereka menganggap wajahnya sungguh lucu dan bahkan sering membuat lelucon tentangnya.
Kuok sangat dijauhi dan tak pernah diikutsertakan dalam event apapun.
Kisah pilu itu diceritakan oleh Kuok tanpa rasa dendam kepada rekannya saat sekolah dulu itu.
Setelah kelulusan berlangsung, dan Kuok sudah lepas dari hidupnya masa sekolah ia ikuti berbagai kelas motivasi diri.
Dikutip dari wordlofbuzz, Kuok bahkan ikuti sebuah ajang pencarian jodoh.
Tetapi, ia justru dikecam sebagai wanita yang jelek dan tak menggairahkan.
Akhirnya, semua yang telah dialami oleh Kuok terus membuat dirinya semakin kuat dan tangguh.
Berbagai olokan dan ejekan yang terus menerpa tak membuat dirinya jatuh dalam keterpurukan.
Usaha dan kekuatannya bertahan akhirnya mendapat berkah saat ia diajak seorang rekan ikut kelas kecantikan.
Akhir tahun 2015, ia akhirnya putuskan menghabiskan uang tabungannya untuk lakukan operasi plastik di wajah.
Tak disangka, hasil yang muncul sungguh diluar target Kuok dan rekannya sendiri.
Dunia benar-benar telah membalik fakta wajah jeleknya menjadi wajah yang menawan dan sungguh sempurna.
Setahun setelah ia lakukan operasi plastik, ia bertemu juga dengan calon suaminya.
Pernikahan dilangsungkan akhir tahun 2016 silam, dan menjadi momen paling mengejutkan bagi rekan sekolahnya.
Perubahan wajah kuok pasca operasi plastik

Setelah undangan disebar dan pernikahan berjalan, seluruh teman-teman sekolahnya kaget dan syok bukan kepalang.
Melihat perubahan wajah dan penampilan Kuok tak ada satupun rekannya yang percaya Kuok adalah orang yang sama.
Malu bukan kepalang dan syok, orang-orang yang dulu mengoloknya sungguh dibuat terkejut saat pesta resepsi berlangsung.
Kini, Kuok telah bersama dengan suaminya yang juga merupakan pengusaha kaya.
Hidup Kuok berubah 360 derajat hanya karena ketabahannya menerima olokan dari publik.
Foto Pra Wedding Kuok  Foto Pra-Wedding Kuok

What a Inspriration Person in the world!
Pelajaran yang dapat diambil Hikmahnya adalah, jangan pernah menganggap remeh seseorang hanya karena tampilan luarnya saja. 
Sumber Inpspirasi http://jatim.tribunnews.com

Masya Allah , Gambar Pulau-pulau Indonesia Menyerupai Gerakan Sholat



Artikel ini kami sampaikan semata-mata untuk sarana ibadah kepada Allah, jadi tidak ada maksud yang selain-nya. Tulisan ini juga tidak untuk mencari pembenaran tetapi berharap untuk mendapatkan kebenaran sebagai tujuan kebenaran dengan kebenaran yang dijalankan.


Saat ini mungkin belum banyak orang atau bahkan ada yang belum mengetahuinya sama sekali bahwa sesungguhnya Negara Indonesia merupakan kesatuan dari gugusan pulau-pulau yang bila dihubungkan dengan garis antara pulau yang satu dengan lainnya akan membentuk sebuah gambar perahu/ bahtera. Di mana pulau Sumatra merupakan lingginya(berbentuk lancip), merupakan bagian depan sebagai pemecah ombak/ air. Pulau-pulau kecil, diantaranya Jawa, Bali, sunda kecil merupakan bagian bawah atau Lunas perahu. Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi bila diperhatikan dengan seksama merupakan bagian perahu yang berbentuk Layar. Dan Pulau Irian/ Papua menjadi kemudinya. Mungkin, Insya Allah inilah bentuk Negara yang merupakan kumpulan dari gugusan pulau-pulau yang paling indah di dunia.

Indonesia Negeri Perahu, Kesatuan Pulau Shalat
Yang lebih menakjubkan lagi bahwa pulau-pulau di Indonesia bila diperhatikan dengan seksama akan menyerupai gerakan shalat. Perhatikanlah gambar peta Negara Indonesia di atas!


  • Pulau nomor 1 menyerupai takbir dan khusu pandangan menatap sajadah dalam gerakan shalat.

  • Pulau nomor 2 menyerupai Sujud dalam gerakan shalat.

  • Pulau nomor 3 menyerupai Tasyahud dan Salam dalam gerakan shalat.

  • Pulau nomor 4 menyerupai I’tidal dalam gerakan shalat.

  • Pulau nomor 5 menyerupai shalat berjama’ah.

  • Pulau nomor 6 menyerupai bentuk hamba Allah yang sedang bermunajat.

  • Pulau nomor 7 menggambarkan hamba Allah yang pandai dan senantiasa bersyukur.

  • Pulau nomor 8 menggambarkan hamba Allah yang tidak kenal lelah, senantiasa berdoa memohon karunia dan rahmat Allah SWT.

  • Pulau nomor 9 menyerupai Ruku’ dalam gerakan shalat.

Inilah kenyataan Negara Indonesia, merupakan Negeri Perahu yang dibangun dengan struktur mulia. Inilah Perahu Kasih Sayang yang dibentuk/ dibangun dengan struktur Tauhid yang penuh Kasih Sayang.

Melalui tulisan ini, Penulis mengajak kepada semua penumpang yang ada di dalam negeri perahu. Untuk senantiasa ber TAUHID kepada Allah SWT, janganlah berpecah belah, serta jangan pernah menyekutukanNya. Berbuatlah Adil dan Kasih Sayang. Bila kita berbuat Anarkhis, berbuat maksiat, berbuat tidak Adil, MALULAH kita kepada perahu yang kita tumpangi , MALULAH kita kepada tanah yang kita injak, yang sesungguhnya mereka senantiasa mengagungkan Asma Allah SWT dengan takbir, ruku’, dan sujud kepada Allah SWT.

Negeri Perahu adalah negeri yang mulia, untuk itu marilah kita sebagai penumpang negeri perahu juga berbuat yang mulia. Tanamkan Kasih sayang dan berbuatlah Kasih Sayang kepada sesama, tunaikan keadilan dalam segala urusan. Agar negeri Perahu ini benar benar benar menjadi negeri yang mulia, mulia negerinya dan mulia penumpangnya. Negeri yang dipenuhi keadilan dan kasih sayang.

Sumber
https://planet.merdeka.com